Image Alt
Tata Kelola Perusahaan

Sistem Manajemen

  /  Sistem Manajemen

Sistem Manajemen

SISTEM MANAJEMEN SEMEN INDONESIA

Sejalan dengan strategi dan target bisnisnya untuk menjadi Perusahaan Kelas Dunia di tengah-tengah iklim bisnis yang berubah secara dinamis dan industri yang semakin kompetitif, semua lini Perusahaan harus gesit dalam merespons dan menangani peluang bisnis dalam pekerjaan. untuk meningkatkan daya saing Perusahaan.

Perubahan iklim bisnis dipengaruhi oleh berbagai faktor, termasuk perubahan kebijakan oleh kepemilikan, orientasi bisnis Perusahaan, kondisi persaingan, dan meningkatnya permintaan oleh para pemangku kepentingan. Oleh karena itu, Perusahaan memerlukan prosedur yang efektif dan efisien untuk memastikan:

    • Memenuhi kebutuhan dan harapan para pemangku kepentingan
    • Respons yang cepat oleh Perusahaan terhadap strategi bisnis yang berubah secara dinamis.
    • Pengambilan keputusan strategis yang cepat.
    • Kemudahan transfer pengetahuan.
    • Pembentukan Organisasi Jaminan Tinggi.

Dalam menciptakan tata kelola yang efektif dan efisien ini, Perusahaan telah menerapkan sistem manajemen terintegrasi yang mengacu pada prinsip-prinsip tata kelola perusahaan yang baik, Sistem Manajemen Semen Indonesia, yang meliputi:

        • Sistem Manajemen Mutu (ISO 9001).
        • Sistem Manajemen Lingkungan (ISO 14001)
        • Sistem Manajemen HSE (SMK3-OHSAS 18001).
        • Menguji Sistem Manajemen Laboratorium (ISO / IEC 17025)
        • Sistem Manajemen Risiko (ISO 31000), dan
        • Sistem Manajemen Lainnya
          dan Peningkatan program melalui penerapan Manajemen Inovasi

Penerapan Sistem Manajemen Semen Indonesia (SMSI) diharapkan dapat memberikan nilai tambah bagi pemegang saham khususnya, dan para pemangku kepentingan dan masyarakat pada umumnya.

Manajemen Resiko

Dalam menciptakan pemerintahan yang efektif dan efisien ini. Perusahaan telah menerapkan sistem manajemen terintegrasi mengacu pada prinsip-prinsip tata kelola perusahaan yang baik. Sistem Manajemen Semen Indonesia, yang meliputi:

Kerangka kerja di atas juga didukung oleh teknologi informasi yang memadai. Penggunaan e-GRCA, aplikasi teknologi informasi, Pemodelan Risiko, dll. Memfasilitasi proses manajemen risiko agar lebih efektif dan optimal. Terkait dengan risiko perusahaan secara rinci telah dibahas dalam Perusahaan, Laporan Tahunan.

Perusahaan secara berkala mengevaluasi penerapan manajemen risiko (penilaian tingkat kematangan risiko) pada tujuh kriteria yang terdiri dari penetapan konteks, identifikasi risiko, analisis dan evaluasi risiko, penanganan risiko, pengendalian risiko, informasi dan komunikasi, serta pemantauan dan peninjauan dengan hasil berikut