Image Alt
Berita

Berita & Artikel

Ditengah persaingan industri semen nasional yang semakin kompetitif,  serta pandemi Covid-19, PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SIG) melalui berbagai program Inisiatif Strategis, pada periode Januari hingga Juni 2020 (semester I tahun 2020) berhasil mencatatkan peningkatan laba bersih sebesar 26,3%. Direktur Keuangan SIG, Doddy Sulasmono Diniawan mengatakan, meskipun pendapatan menurun sebesar 2%, namun dengan berbagai program efisiensi, beban pokok penjualan dapat menurun

PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SIG) mendukung program pemerintah dalam upaya Percepatan Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) dan program Exit Strategy berupa pembukaan ekonomi secara bertahap menuju tatanan baru. Dukungan yang diberikan diantaranya pembangunan sarana dan prasarana desa di beberapa kabupaten di Jawa Tengah dan Jawa Timur sebesar Rp1,94 miliar. Bantuan di Jawa Tengah diantaranya pembangunan talud irigasi Dusun Wonorejo dan pagar kolam renang

PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SIG) terus berkomitmen untuk mendorong peningkatan mutu sumber daya manusia melalui pendidikan. Di masa new normal atau adaptasi kebiasaan baru ini, perusahaan menyalurkan bantuan sarana dan prasarana pendidikan senilai Rp870 juta di Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur dan Bogor, Jawa Barat. Bantuan yang diberikan meliputi pembangunan gedung dan ruang kelas untuk tigabelas lembaga pendidikan mulai tingkat

PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SIG) terus berupaya meningkatkan kesejahteraan pelaku UMKM mitra binaannya. Perseroan memberikan modal usaha, pelatihan, studi banding serta memberikan pendampingan. Manfaat itu telah dirasakan oleh UMKM kelompok peternak yang tergabung dalam klaster unggas binaan SIG di Kabupaten Tuban, Jawa Timur. Ketua kelompok peternak ayam petelur Telaga Agung, Desa Temandang, Darmadi, mengatakan bahwa kelompoknya mendapat bantuan modal dari

PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SIG) mengumumkan Kinerja Keuangan  Perseroan periode Januari hingga Juni tahun 2020 (“Semester 1 2020”) dengan ringkasan sebagai berikut: Kinerja Keuangan Konsolidasian: Pendapatan tercatat sebesar Rp16,03 triliun, turun 2% dibandingkan periode yang sama tahun 2019 sebesar Rp16,35 triliun.Beban pokok pendapatan tercatat sebesar Rp11,21 triliun turun 4,05% dibandingkan periode yang sama tahun 2019 sebesar Rp11,69 triliun.Laba bersih yang diatribusikan ke pemilik